Salah satu cara untuk mendukung program Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Maju 2045, yaitu dengan meminimalkan kasus stunting pada balita. Stunting yang terjadi pada balita merupakan sebuah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak di bawah standar. Namun, dampak stunting ini bukan hanya urusan tinggi badan, tetapi yang paling berbahaya adalah nanti rendahnya kemampuan anak untuk belajar, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2022, angka stunting Indonesia berhasil turun menjadi 21,6%. Percepatan penurunan stunting pada Balita adalah program prioritas Pemerintah sebagaimana termaktub dalam RPJMN 2020-2024. Oleh karena itu, diharapkan target persentase stunting di Indonesia pada tahun 2024 dapat turun hingga 14 %.
Penanganan stunting merupakan prioritas pembangunan nasional melalui Rencana Aksi Nasional Gizi dan Ketahanan Pangan. Sesuai dengan UU tentang Desa, maka terhadap upaya penanganan stunting yang sudah menjadi prioritas nasional sangat memungkinkan bagi Desa untuk menyusun kegiatan-kegiatan yang relevan dan yang bersifat skala desa melalui APBDes. Rujukan Belanja Desa untuk penangan stunting diperkuat dengan telah dikeluarkannya Permendesa No. 19 Tahun 2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.
Pada tahun 2024 ini, Desa Gempolan juga telah menganggarkan dana untuk penanganan penurunan Stunting yang berasal dari Anggaran Dana Desa Tahun 2024. Program stunting yang telah terlaksana yaitu dengan diadakannya Penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Stunting kepada balita-balita yang tergolong dalam kategori balita yang memiliki berat badan yang tidak sesuai dengan perhitungan masa pertumbuhannya. Sehingga perlunya diberikan asupan makanan tambahan agar balita tercukupi kebutuhan gizinya. Diharapkan dengan cukupnya kebutuhan gizi serta asupan makanan, balita-balita tersebut tidak gampang terserang penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat mengatasi permasalahan stanting terutama di Desa Gempolan dan umumnya di Indonesia.


